Kete Kesu Tana Toraja

Kete Kesu Tana Toraja, sebuah desa tradisional kecil di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Kawasan yang terdiri dari delapan tongkonan induk, lengkap dengan lumbung beras di depan setiap tongkonan, memang menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Tator.
Lokasinya  sekitar tiga kilometer dari jalan raya, atau setengah jam perjalanan dari Kecamatan Rantepao.  dapat menggunakan jasa mobil angkutan umum dari Rantepao atau menggunakan ojek.
Mendekati lokasi, terhampar pemandangan tongkonan yang berjejer, di sela rimbunnya pepopohonan dengan latar depan hamparan sawah menghijau.
Tampak warga bersantai di rumah-rumah mereka yang letaknya di belakang barisan tongkonan. Sementara di belakang dan samping tongkonan , tampak kios kerajinan dengan perajin menyelesaikan lukisan ukir di dalam kios masing-masing.
Di Kete Kesu, dapat merasakan aroma kehidupan tradisional masyarakat Toraja. dan  deretan tongkonan, yang salah satunya konon sudah berusia sekitar 150 tahun. Salah satu penandanya, atap yang terbuat dari susunan bambu, sudah ditumbuhi tumbuhan liar. Suasana pengap , cahaya matahari samar-samar masuk dari jendela kecil dari bilik di seberang sebelah depan, yang berseberangan dengan bilik untuk meletakkan jenazah.
Pada deretan tongkonan yang berjajar di Kete Kesu, tampak puluhan tanduk kerbau disusun bergantung di depan setiap tongkonan. pada di dinding samping sebelah luar, tampak pula tulang rahang yang tersisa dari kepala kerbau. sebagai penanda berapa banyak kerbau yang telah dikorbankan saat upacara kematian dilangsungkan.
Kerbau menjadi hewan korban saat kematian, di samping babi. Menurut kepercayaan setempat, arwah kerbau menjadi sarana transportasi bagi arwah orang yang meninggal saat menuju puya (surga) yang letaknya di sebelah selatan.

Kubur Batu Tertua
Di kompleks Kete Kesu, pengunjung juga sekaligus dapat menengok kubur batu, yang letaknya sekitar 50 meter di belakang tongkonan.
Perjalanan berlanjut dengan menaiki bukit kecil, yang tingginya tak lebih dari 10 meter. Di sisi kiri jalanan berundak, terdapat bukit batu, yang dipenuhi dengan lubang-lubang. Di dalam lubang-lubang itu dengan mudah dijumpai tulang belulang dan tengkorak manusia terserak.
Saat kepala mendongak ke atas, tampak peti-peti kayu yang telah lapuk tergantung di langit-langit celah batu, dengan penyangga kayu. Dari dalam peti itu pun tulang belulang dan tengkorak tampak berserakan.
Kubur batu di Ke’te’ Kesu’ termasuk yang tertua di Tator. Usia kubur batu itu diperkirakan lebih dari 700 tahun.
Saat melangkah ke tempat yang lebih tinggi lagi di dalam bukit batu, dapat dilihat patung-patung kayu sebagai gambaran dari mereka yang telah dikuburkan di situ. Ada belasan patung yang ditempatkan di dalam sebuah celah kecil menjorok ke dalam, dengan pintu besi berteralis.
Kubur batu ini pembuatannya cukup rumit dan mahal. untuk membuat satu kubur batu berukuran lebar dua meter, tinggi dua meter, dan kedalaman dua meter, butuh tempo 300 hari. (referensi :Sinar Harapan}

kembali ke Wisata Sulawesi Selatan

2 Responses to “Kete Kesu Tana Toraja”

  1. dewi Says:

    saya ingin gambar sutra tator

  2. marses tandieja Says:

    Tahun 2007 silam tanpa sengaja saya menemukan sebuah bukit kapur di pedalaman luwu timur. Pada bukit itu terdapat sbuah goa dengan ketinggian kurang lebih 10 meter dari kaki bukit. Saat saya masuk kedalam goa, saya menemukan peti mati terbuat dari kayu yg kondisinya sdh lapuk. Disekitar peti2 mati itu berserakan tulang belulang manusia.

    Sepulang dari bukit ini, saya jadi yakin bahwa toraja bukanlah satu2nya komunitas budaya yang mempraktekkan ritual kubur didalam gua bukit kapur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: