Tempat Wisata di Tana Toraja

Tana Toraja adalah salah satu daerah yang cantik/ indah dan menawan di Indonesia. di kejauhan punggung bukit yang bergerigi dari pengunungan yang berjejer di utara sampai di kejauhan lebih yang bening Menembus celah bambu dan pohon aren yang pipih diatas bukit kecil di tengah sawah, atap dan rumah Toraja yang melengkung dengan sangat manis berdiri mendemonstrasikan kecakapan yang mengagumkan dari orang Toraja dalam keahlian mengukir dengan warna lukisan yang alami. Sebelum Belanda menguasai daratan ketinggian ini pada abad ke-20 Masehi tidak ada satu kata pun yang diberikan kepada nama dari agama mereka selain ada kata aluk yang mengaju kepada suatu kebiasaan ritual dan masalah kehidupan sehari-hari yang harus dikendalikan, bagaimana sebuah rumah dibangun, beras dimasak, anak-anak dan kepala desa disapa, aturan dan jumlah kerbau yang harus dikorbankan di upacara demikian juga posisi dari bintang-bintang dikala pelukuan dimulai. Salah satu dari dasar ajaran selalu ada tukar dan saling memberi dan menerima antar mereka, anugrah dan kutukan selalu terjadi antar yang hidup dengan spirit dan nenek moyang mereka. Upacara kematian adalah upacara yang paling bergengsi di dalam tradisi Toraja. Toraja mempunyai banyak atraksi untuk wisatawan. Didaerah pengunungan yang sejuk ini, pemandangan yang khusus, para pengrajin harmonis dengan keheningan dan keindahan yang alami. Walaupun lebih dari setengah penduduk telah memeluk agama Kristen, mereka tetap berbangga dengan bwarisan wilayahnya dengan menyambut para wisatawan dengan upacara ritualnya.

1. Makale

Makale adalah ibukota pemerintahan dari Tana Toraja bukit-bukit yang terjal dari kota dimahkotai oleh puncak menara gereja, sembari kaki lembah didominasi oleh bangunan pemerintah yang baru. Banyak di antaranya mengambil tipe bangunan rumah tradisional Toraja arsitektur yang penuh dengan ukiran dan atap yang melengkung. Kota merupakan daerah yang tepat menghubungkan dengan daerah Toraja barat, sekitar London, Suaya dan Sangalla. Pada saat pasar kota ini merupakan pusat aktivitas karena rakyat dari jauh datang dengan hasil produksinya berupa binatang, kerajinan tangan tikar, keranjang dan kerajinan buatan lokal.

2. Rantepao

Rantepao adalah kota yang kedua setelah Makale di Toraja. Keuntungan Rantepao adalah sebagian besar dari tempat-tempat yang menarik berada disekitar radius 15 km dari pusat kota.

3. Kuburan Batu Lemo

Dikuburan Lemo dapat dilihat serambi tau-tau satu dengan musium batu karang terjal dialam terbuka kombinasi kematian ritual. Tau-tau atau patung kayu berarti manusia kecil yang dianggap mewadahi spirit si mati terbuat dari kayu atau bambu. Secara periodik pakaiannya dapat diganti melalui upacara yang disebut Ma’nene (menghormat kepada orang tua).

4. Kuburan Sisi Batu Karang Terjal Londa

londa kuburan sisi batu karang terjal adalah salah satu sisi dari kuburan itu berada di ketinggian dari bukit mempunyai gua yang dalam dimana peti-peti mayat di atur dan di kelompokkan berdasarkan garis keluarga. Disisi lain dari lusinan tau-tau berdiri secara hidmat di balkon wajah seperti hidup mata terbuka memandang dengan penuh

5. Suaya Kuburan Raja-raja Sangalla

Kuburan berada di salah satu sisi dari bukit. Dipahat sebagai tempat beristirahat dari tujuh raja dan keluarga kerajaan Sangalla. Tau-tau dari Raja-raja dan keluarga raja berpakaian sesuai dengan pakaian adat raja Toraja di tempatkan dimuka kuburan batu. tangga batu tersedia untuk naik ke bukit dimana raja dikala hidupnya digunakan untuk bersepi-sepi, ditempat itu akan dibuat museum untuk menempatkan harta kekayaan dari raja-raja Sangalla

6. Kete Kesu

Kampung Kete Kesu masih berciri tradisional tampak dari depan berada ditengah lautan padi dengan rentetan atap yang melengkung dan dinding yang berukir pada lumbung padi yang cantik mempesona. kampung itu mempunyai empat tongkonan rumah tradisional Toraja. Salah satu Tongkonan tengah dibagian bawahnya dibuat semacam museum kecil. Penduduknya menguasai kecakapan mengukir dan melukis yang dapat disaksikan pada mereka yang sedang bekerja disana. ukiran bambu dan kayu dijual diberbagai kampung disekitarnya

Kete Kesu Tana Toraja, sebuah desa tradisional kecil di Kabupaten Tana Toraja (Tator), . Kawasan yang terdiri dari delapan tongkonan induk, lengkap dengan lumbung beras di depan setiap tongkonan, memang menjadi salah satu tujuan wisata di Tator.
Lokasinya  sekitar tiga kilometer dari jalan raya, atau setengah jam perjalanan dari Kecamatan Rantepao.  dapat menggunakan jasa mobil angkutan umum dari Rantepao atau menggunakan ojek.
Mendekati lokasi, terhampar pemandangan tongkonan yang berjejer, di sela rimbunnya pepopohonan dengan latar depan hamparan sawah menghijau.
Tampak warga bersantai di rumah-rumah mereka yang letaknya di belakang barisan tongkonan. Sementara di belakang dan samping tongkonan , tampak kios kerajinan dengan perajin menyelesaikan lukisan ukir di dalam kios masing-masing.
Di Ke’te’ Kesu’, dapat merasakan aroma kehidupan tradisional masyarakat Toraja. dan  deretan tongkonan, yang salah satunya konon sudah berusia sekitar 150 tahun. Salah satu penandanya, atap yang terbuat dari susunan bambu, sudah ditumbuhi tumbuhan liar. Suasana pengap , cahaya matahari samar-samar masuk dari jendela kecil dari bilik di seberang sebelah depan, yang berseberangan dengan bilik untuk meletakkan jenazah.
Pada deretan tongkonan yang berjajar di Ke’te’ Kesu’, tampak puluhan tanduk kerbau disusun bergantung di depan setiap tongkonan. pada di dinding samping sebelah luar, tampak pula tulang rahang yang tersisa dari kepala kerbau. sebagai penanda berapa banyak kerbau yang telah dikorbankan saat upacara kematian dilangsungkan.
Kerbau menjadi hewan korban saat kematian, di samping babi. Menurut kepercayaan setempat, arwah kerbau menjadi sarana transportasi bagi arwah orang yang meninggal saat menuju puya (surga) yang letaknya di sebelah selatan.
Kubur Batu Tertua
Di kompleks Ke’te Kesu’, pengunjung juga sekaligus dapat menengok kubur batu, yang letaknya sekitar 50 meter di belakang tongkonan.
Perjalanan berlanjut dengan menaiki bukit kecil, yang tingginya tak lebih dari 10 meter. Di sisi kiri jalanan berundak, terdapat bukit batu, yang dipenuhi dengan lubang-lubang. Di dalam lubang-lubang itu dengan mudah dijumpai tulang belulang dan tengkorak manusia terserak.
Saat kepala mendongak ke atas, tampak peti-peti kayu yang telah lapuk tergantung di langit-langit celah batu, dengan penyangga kayu. Dari dalam peti itu pun tulang belulang dan tengkorak tampak berserakan.
Kubur batu di Ke’te’ Kesu’ termasuk yang tertua di Tator. Usia kubur batu itu diperkirakan lebih dari 700 tahun.
Saat melangkah ke tempat yang lebih tinggi lagi di dalam bukit batu, dapat dilihat patung-patung kayu sebagai gambaran dari mereka yang telah dikuburkan di situ. Ada belasan patung yang ditempatkan di dalam sebuah celah kecil menjorok ke dalam, dengan pintu besi berteralis.
Kubur batu ini pembuatannya cukup rumit dan mahal. untuk membuat satu kubur batu berukuran lebar dua meter, tinggi dua meter, dan kedalaman dua meter, butuh tempo 300 hari. (sumber :Sinar Harapan)

7. To’Barana Sa’dang

Ada yang berpendapat bahwa To’barana Sa’dang adalah pusat dari daerah Toraja. Di bagian dari kampung-kampung ini terdapat empat lumbung pada tarawat dengan halaman rumput yang apik. Tenunan Toraja yang sangat menawan dipajang dan dijual dikampung ini. Sekitar kampung sawah yang berteras-teras juga manis untuk disaksikan.

8. Pallawa

menelusuri sepanjang sungai Sa’dang kearah utara membawa kita ke Palawa, Tau Tau dan tongkonan menyambut kedatangan para pengunjung Tongkonan Palawa merupakan salah satu diantara tongkonan yang menarik dengan sejumlah tanduk kerbau yang dipasang didepan rumah tradisional mereka. Terletak di puncak sebuah bukit di tengah pohon bambu yang rindang.gambar dari Tongkonan banyak menghiasi majalah wisatawan di luar negeri.

9. Sangalla

Sangalla adalah daerah ditengah rimbunan bambu, di wilayah ketinggian di kaki bukit. kuburan bayi langka sebagai salah satu obyek menarik ada di kampung ini

10. Buntao

Buntao adalah kampung yang sangat menarik untuk dikunjungi khususnya di waktu hari pasar. Buntao mempunyai patane, yaitu kuburan yang berbentuk rumah Toraja. Dan di atas bukit disekitar kampung banyak terdapat kuburan tua.

11. Marante

Marante adalah sebuah kampung yang memiliki banyak tongkonan dan lumbung padi yang besar dan bukit karang yang besar berisi kuburan batu dan bergantung yang disebut oleh penduduk setempat “Erong”.

12. Tondon

Letaknya di tepi jalanan kecil didekat pasar Makale. Di sisi dari bukit terdapat barisan Tau Tau dimuka dari kuburan gua. kuburan ini adalah kepunyaan para keluarga bangsawan.

13. Batutumonga

Berlokasi di daerah Sesean yang beriklim dingin, sekitar 1300 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini terdapat 56 menhir batu dalam sebuah lingkaran dengan lima pohon kayu ditengahnya. kebanyakan dari betu menhir itu berukuran dua sampai tiga meter tingginya. Pemandangan yang sangat mempesona di atas Rantepao dan lembah disekitarnya, dapat dilihat dari tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi

14. Lokomata

Lokomata berlokasi sekitar 35 kilometer dari Rantepao, menggelar pemandangan yang sangat menarik dari 4 tingkat batu besar di tepi jalan yang mempunyai sekitar 60 kuburan tebing batu dengan diperkaya oleh pemandangan teras sawah, pegunungan dan lembah di bagian bawahnya

15. Makula

Di tempat ini ada sumber mata air panas, di samping aa rumah tempat istirahat mempunyai bak mandi dengan sumber mata air yang mengalir. Dimuka ada kolam kecil yang dibeton diisi oleh air panas yang mengalir dari belakang rumah. Tempat ini sangat baik untuk berendam di air panas setelah perjalanan jauh.

16. Bori

Lokasi ini sejauh 6 kilometer dari Rantepao jalan menuju ke Sa’dang dan Pallawa yang menarik dilihat Bori adalah rante yang tinggi, batu-batu menhir, dimana sebagian menjulang beberapa meter tinggi diatas tanah.

17. Buntu Kalando

Di daerah ini ada sebuah rumah tongkonan yang didirikan oleh raja Sangalla. ada museum di dalamnya walaupun modelnya agak baru, museum bentuk rumah ini memiliki beberapa benda kerajaan yang menarik dan beberapa alat rumah tangga yang dahulunya dimiliki oleh puang Sangalla.

18. Penanian

Rumah-rumah tongkonan tradisional yang mempunyai dinding dan tiang yang diukir dapat dilihat ditempat ini. Lumbung-lumbung padi di kampung ini adalah baru dengan penggambaran yang baru pada ukirannya.

19. Karassik

Karassik terdiri atas rumah bambu yyang dilukis berwarna-warni berjejer di pinggir wilayah upacara ritual, rante dan beberapa batu menhir.

5 Responses to “Tempat Wisata di Tana Toraja”

  1. ASRI Says:

    LO KO MATA

  2. Tiffiny Lund Says:

    I don’t agree with everything in this summary, but you do make some very good points. I’m very interested in this subject matter and I myself do alot of research as well. Either way it was a well thoughtout and nice read so I figured I would leave you a comment. Feel free to check out my website sometime and let me know what you think.

  3. Alveo Says:

    I’ve been visiting your blog for a while now and I always find a gem in your new posts. Thanks for sharing.

  4. Accuttyvigava Says:

    I just book marked your blog on Digg and StumbleUpon.I enjoy reading your commentaries.

  5. no credit check payday loans online Says:

    Certainly completely using your conclusions and believe you’ve made some excellent points. Also, I’m keen on the layout of your site along with the easier navigation. I’ve bookmarked your blog and may return often!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: